Pelangi selalu ada. Ia akan terlihat saat kita mengarahkan pada sudut pandang yang tepat. Pun demikian tentang keindahan, ia bukanlah benda, melainkan hanya perihal persepsi atau tentang cara kita melihat. Semisal, ketika dunia yang kita jalani terlalu kelam, kita cenderung menyalahkan situasi. Kita jarang berpikir bahwa alam seringkali meminta kita untuk melihat hal lain pada posisi yang berbeda. Seperti ketika sebuah pintu tertutup, bisa jadi di saat yang sama ada pintu lain yang terbuka. Sayangnya, kebanyakan dari kita terlalu lama memandangi pintu tertutup tersebut. Saat jaringan seluler hilang, kita mendapatkan waktu yang banyak untuk membaca. Kembali kepada buku daripada sekedar rasa keluh yang terus terucap. Lemari yang lenyap akan memberikan kelegaan bagi ruang gerak. Sakit memang tidak nyaman. Tapi bukankah saat sakit kita akhirnya mendapatkan kesempatan untuk merenungi banyak hal. Kesehatan, kehidupan bahkan satu-satunya kepastian yang tidak ingin kita alami,...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.