Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Pekerjaan Rumah Tangga: Kewajiban Siapa?

Dalam kehidupan berumah tangga, sebagian atau bahkan kebanyakan masyarakat kita, seolah memposisikan istri layaknya pembantu. Dan pada kenyataannya, istri acapkali dituntut untuk melaksanakan segala pekerjaan rumah mulai pagi sampai malam hari. Mulai dari memasak, mencuci, menyapu, mengurus anak dan segala tetek bengek pekerjaan rumah tangga lainnya. Tentunya, dengan tanpa mengharap upah dan imbalan. Tidak sampai di situ. Saat malam tiba, misalnya. Seorang istri haruslah siap sedia melayani kebutuhan biologis sang suami. Dengan mengesampingkan rasa lelah, meski, mungkin saja, hati mereka pernah berbisik ingin menolak dan berontak. Namun akhirnya, mereka menyadari kembali bahwa semua itu adalah kodrat wanita. Sebagai kewajiban dan kenyataan hidup yang harus dijalani apa adanya tanpa mengharap ada apanya. *** Rumah tangga ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra kehidupan. Harus siap menghadapi ombak dan badai yang menantang. Maka, dalam hal ini suami dan istri berp...

FIKIH KEDOKTERAN: Puasa Itu Menyehatkan

Abu Hurairoh meriwayatkan sebuah hadis, صُÙˆْÙ…ُÙˆْا تَصِØ­ُّÙˆْا “Berpuasalah! Maka kamu akan sehat" (HR. At-Tabrani) Hadis di atas, menurut Imam Haralli yang dikutip dalam Faidh Al-Qadir, memberi isyarat bahwa seorang yang melakukan puasa nantinya akan memperoleh manfaat kebaikan yang kembali pada badan dan akal. Dalam hadis lain juga dipaparkan, bahwa puasa adalah solusi terbaik untuk menekan nafsu dan hasrat biologis manusia bagi mereka yang belum mampu menikah. Terkait manfaat kesehatan medis yang terkandung dalam rutinitas ibadah puasa, mungkin banyak orang awam awalnya beranggapan bahwa dengan puasa sehari penuh akan mendatangkan efek negatif, seperti dehidrasi dan gangguan kesehatan dan lain sebagainya. Hal demikian sejatinya adalah anggapan yang salah. Dehidrasi pada orang yang puasa tidak akan menggangu, karena metabolisme orang puasa menurun, sehingga hanya membutuhkan sedikit air. Makanan dan minuman yang masuk pada tubuh orang yang berpuasa sedikit, sehingga s...

Kesempatan dan Penyesalan

Sebagaimana ungkapan dari para bestari, "Kesempatan itu hanya datang sekali. Jangan sia-siakan kesempatan yang kamu miliki. Sebelum dia hilang begitu saja." Tampaknya, saya punya jalan persepsi lain dengan untaian kalimat bijak itu. Sebab bagi saya, adakalanya kesempatan bisa datang berkali-kali. Kesempatan yang sama tentunya. Misalnya tentang rasa sesal. Penyesalan yang muncul setelah kita melakukan tindakan keliru, ceroboh, lalai, dan lain sebagainya. Saya  memahami, bahwa penyesalan adalah bagian dari salah satu wujud kesempatan itu sendiri. Kesempatan agar kita bisa melakukan rasa sesal dengan berbagai cara. Tuhan sangat berbaik hati, bukan? Ketika kita melakukan kesalahan, kelalaian, dosa, Dia masih memberikan kita waktu untuk menyesal. Tidak lain, agar rasa sesal yang memeluk kita menjadikan kita sebagai sosok yang lebih baik dengan tidak lagi melakukan dosa maupun kesalahan lainnya. Bukankah sikap bodoh adalah saat kita mengulang kembali kekeliruan yang kit...

METAMORFOSA

Dan setiap aku menutup dan kemudian membuka ke dua mata, daun-daun seolah sudah mulai enggan untuk kembali ke rantingnya masing-masing. Jatuh begitu saja. Waktu selalu beralih dari satu masa ke masa yang lain. Pun metamorfosa juga telah mengubah seekor kepompong menjadi kupu-kupu. Terbang sedemikian jauh meninggalkan tempat persemayaman awalnya. Dan laiknya kisah yang ada dan tertulis. Mudah saja semua mengalir, melaju di atas alurnya masing-masin. Dan tak sedikit di antara kita yang acapkali menemui ragam kisah pelik dan menyesakkan. Tidak masalah. Aku hanya berharap dan berbaik sangka pada waktu, agar aku tak lagi menemui suasana-suasana lalu yang cukup merugikan. Sebab, aku tak ingin melakukan kesalahan lagi. Terjerembab di kubang lumpur yang sama. Menemui terjal yang akan membuatku putus asa. Menemui penderitaan itu lagi. Merasakan sayatan luka itu. Benar. Saya hanya ingin tenang dalam kesendirian. Mengasingkan diri dari keramaian. Menulikan telinga dari kebisingan. Hei...

Sesak Tanya

Dulu, aku pernah bertanya sendiri dalam gelap. Apa beda setetes air di ujung daun dengan sebutir debu di dinding kusam. Dulu aku masih belum menemukan jawabannya. Tapi sekarang, aku telah menemukan jawabannya. Tidak ada. Tidak ada yang beda. Keduanya sama-sama mensucikan. Meski hakikat dan fisiknya berbeda, keduanya sama-sama dari kuasa Tuhan. Dulu, aku bertanya sendiri dalam sesak. Apa beda tau dan tidak tau? Kenal dan tidak kenal? Ada dan tidak ada? Apa beda sekarang dan kemarin? Esok dengan lusa dan baru saja? Ah, sampai sekarang aku juga belum mengetahui banyak hal. Begitu banyak potongan-potongan pertanyaan. Tapi tidak mengapa. Setidaknya aku masih bisa melihat, mendengar, dan berpikir. Atau mungkin masih ada banyak hal yang membutakan diri, menulikan kepala, dan membebalkan hati. (Saya tulis pada 25 Desember 2016. Dan disarikan dari novel "Moga Bunda di Sayang Allah" karya Tere Liye. )

Badai Cinta; Upaya Menolak lupa

(In Frame: Munir Said Thalib) Aku mencari gerangan yang terlupakan Yang seolah hilang dari ingatan Membawaku berdiri di ujung simpang jalan Dimanakah gerangan yang terlupakan Sosok hilang dari ingatan kalian Terabaikan hingga kemudian Hilang dan lenyap di tengah riuh keramaian Saat mata mencari ragam delik pengawasan Mengalunlah simponi sumbang dusta dan kemunafikan Sekejap memuntahkan Segala ambisi, cinta, dan kemanusiaan Terkepak sayap-sayap perlindungan Menerbangkan seluruh perasaan Masuk dalam lingkar jerat ketidakadilan Melebur dalam satu romantisme angan Yang aku sebut "Badai cinta"

GADIS MANJA ITU MASIH TERSESAT DI BELANTARA KATA

Gambar Ilustrasi from Pinterest Gadis itu tumbuh di antara kemarau sesak kota. Menjadi dewasa penuh hiruk manja. Gadis itu tak kenal dunia permainan di masanya. Terlalu lama ia moksa dalam dunia kata. Tidur di antara kumpulan riwayat cerita rakyat Berselimut lembar di antara jeda spasi hikayat. Kala pagi, Kau pasti akan menemukan ia tengah rebahan di sajian berita harian Senja tiba, maka ia masih duduk manis di sela-sela alinea. Menghabiskan waktu berteman rumus dan teori buku pelajaran Bahkan tertawa bersama rima sajak hari kemerdekaan. Baginya, Bermain lompat tali adalah kesia-siaan. Acuh atas kenapa teman sebayanya bermain sembunyi kejar-kejaran. Ragam kenyataan adalah suatu ketidaktahuan. Dua minggu usai hari raya. Riangnya kembali menemui ruang gelap yang tak pernah ia suka. Hanya pustaka menjadi pelita. "Bahwa kini adalah waktuku balas dendam" Ujarnya. Setelah sekian hari harus menenggelamkan diri dengan kehidupan usia dewasa. Melewati semak rimba buana Sese...

Ketakutan-Ketakutan

"Jika kita terlalu khawatir dengan langkah yang dibuat, kita tidak akan pernah berani mecoba sesuatu yang baru" Tere Liye--Bintang Gambar ilustrasi from Pinterest Hidup manusia modern ditandai dengan satu ciri, yakni ketakutan. Di satu sisi, mereka hidup dengan menata masa depan. Mereka takut, jika masa depan mereka kacau, dan hidup mereka pun kacau. Di sisi lain, mereka takut akan masa lalu, karena telah melakukan sesuatu yang mereka sesali. Rasa takut membuat pikiran kacau. Pertimbangan menjadi kacau. Banyak keputusan pun dibuat dengan kekacauan pikiran. Akhirnya, keputusan-keputusan itu justru menciptakan masalah yang lebih besar. Pada tingkat tertentu, dampak keputusan yang salah amatlah merugikan. Banyak orang menderita, karena kesalahan keputusan yang dibuat, baik oleh dirinya sendiri, orang lain, kelompok, sekolah, pemerintah maupun pihak-pihak lain yang berada pada ruang lingkungannya. Sayangnya, banyak keputusan tersebut dibuat atas dasar rasa takut akan masa depan. ...

Sendu Gadis Malam Di Musim Pengujan

Gambar ilustrasi from Pinterest Tubuh mungilmu masih jelas ku lihat Keterisakan yang kau tutupi di balik senyum kebahagiaan Tawa semu kau rasakan Tak akan mampu bertahan lama Menopang lara Tertahankan dengan rintih desahan Sembari bibir tak henti berucap lirih Bahwa Tuhan tak kan membiarkan hambanya Berkalung kesengsaraan Tanpa terselip sekeping makna kebahagiaan. Di balik selimut menutup raut muka pasi. Berbelas kasih sepanjang malam. Melalui kelam tanpa menemui kesunyian. Rintih memelas penuh harap. Lakon hidup di bawah tempias hujan kepedihan. Meski getir nyaman singgah di hidupmu. Lupakan sejenak untuk beberapa jam saja. Aku masih melihatmu.BG 

Musibah... Enyah!

Masihkah kau menangis Menghujat takdir yang pernah membuat hatimu teriris Terlalu sesak untuk perlahan kau kikis Sampai sekian tahun sayat luka itu cukuplah tragis. Ingatanku menemui ruang sesak ini lagi. Berkelindan di jeda kisah perpisahan. Aku masih ingat. Debur ombak pesisir pantai suatu pagi Kala kaki-kaki kecil riang berlari Juga sepasang kekasih bercengkrama mesra dengan mentari. Kesiur angin laut semakin menambah suasana damai Sering burung mengepak terbang menari Ah, pagi itu begitu indah untuk dinikmati. Hanya menunggu waktu sesaat. Ketika Ombak itu tak lagi bersahabat Saat Gemuruh air deras menerjang si kaki-kaki kecil berjingkat. Di kala Deras air menerjang sakit. Tak ayal Meluluhlantahkan jiwa yang sedari tadi histeris menjerit. "Ibu... Di mana kau..." Teriak bocah kecil disedu air mata. Mencari tangan kasih dari sang bunda. Badai menerjang mimpi mereka. Terseret arus bersama kesedihan yang melanda. Tertatih langkah kaki orang t...

SPORADIS; Ada Apa Dengan Hasrat

(gambar Ilustrasi from pinterest/ link: https://pin.it/2alR2By) Selamat datang di dunia imajinasi luar biasa tak berkira. Bahwa kenyataan tak harus berbanding lurus dengan logika. Karna ternyata kita punya dunia sendiri yang tercipta dan kadang berbeda. Bahwa sajak tak harus memiliki pola keteraturan rima. Karna ternyata penyair mampu menampilkan keindahan dari rangkaian kata tak teratur dan tak berpola. Bahwa hujan tak harus turun bersama mendung pekat gulita. Karna ternyata terik panas menyengat mampu menurunkan hujan sedemikian derasnya. Bahwa kenikmtan kopi tak harus diseduh dengan takaran gula sesuai selera. Karna ternyata menuangkan gula bergram-gram sendok makan mampu menciptakan aroma kopi luar biasa. Bahwa terkadang lucu tak harus menuntut orang lain tertawa. Karna terkadang tawa adalah bagian lain dari tangis air mata. Bahwa keberhasilan tak harus memerlukan usaha untuk menuntut ilmu sampai negeri Cina. Karna terkadang si bento bodoh lebih layak mendapat b...