Dalam kehidupan berumah tangga, sebagian atau bahkan kebanyakan masyarakat kita, seolah memposisikan istri layaknya pembantu. Dan pada kenyataannya, istri acapkali dituntut untuk melaksanakan segala pekerjaan rumah mulai pagi sampai malam hari. Mulai dari memasak, mencuci, menyapu, mengurus anak dan segala tetek bengek pekerjaan rumah tangga lainnya. Tentunya, dengan tanpa mengharap upah dan imbalan. Tidak sampai di situ. Saat malam tiba, misalnya. Seorang istri haruslah siap sedia melayani kebutuhan biologis sang suami. Dengan mengesampingkan rasa lelah, meski, mungkin saja, hati mereka pernah berbisik ingin menolak dan berontak. Namun akhirnya, mereka menyadari kembali bahwa semua itu adalah kodrat wanita. Sebagai kewajiban dan kenyataan hidup yang harus dijalani apa adanya tanpa mengharap ada apanya. *** Rumah tangga ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra kehidupan. Harus siap menghadapi ombak dan badai yang menantang. Maka, dalam hal ini suami dan istri berp...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.