Berapa banyak luka yang kau bawa seumur hidup. Dibandingkan dengan anak lain yang melewati pubertas sendirian, ditempa ratusan kegagalan. Sampai akhirnya menjalani hari seperti tanpa tujuan. Semua terakumulasi dan membuat beberapa orang sinis pada kehidupan. Karena segala kenangan pahit yang seolah-olah tak pernah ada ujungnya. Seringkali mencari pelarian dengan menjalani detik demi detik dengan sibuk dan penuh grusuk. Berat? Akhirnya manusia masih menjalani hari seperti biasa. Tidak sadar betapa banyak waktu yang telah berlalu. Awalnya satu, tapi perlahan mereka meniup lilin dengan dua angka. Lalu berubah menjdi kepala dua. Begitupun seterusnya. Di tengah segala kerusuhan itu, kadang mereka teringat dengan luka lama yang menghasilkan sangkalan demi sangkalan. Sesuatu yang sering diucapkan pada diri sendiri. Dalih berbentuk. "Akan saya balas lihatsaja nanti..." Atau "Ya sudah, lah... Habis gelap terbitlah terang. Setiap kesulitan ada kemudahan." Sia-sia. Nyatanya m...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.