Februari dua ribu dua puluh lima, Kota Kediri menjadi saksi. Ribuan manusia dengan wajah-wajah lama, mendatangi kota ini. Bukan untuk keperluan bisnis, bukan untuk mencari hiburan, bukan sekedar bertemu kawan. Berbondong-bondong mereka mendatangi rumah asal, tempat mereka mendapatkan banyak ilmu, pengalaman dan keberkahan sejati. Selamat datang di Pesantren Lirboyo. Kota kediri turut menyambut kedatangan para alumni. Mereka datang atas panggilan hati. Panggilan cinta yang tak bertepi. Menguatkan kembali ikatan batin yang tak tampak mata. Tapi senantiasa mengakar dalam jiwa. Meninggalkan segala kesibukan di rumah untuk beberapa hari, meninggalkan pekerjaan yang seharusnya mereka jalani. Semua demi satu misi: keta'dziman terhadap Lirboyo adalah harga yang tak bisa ditawar lagi. Di sudut pesantren, di lokal-lokal kelas penuh ilmu, di kamar-kamar kayu tempat mereka merangkai mimpi dulu, 115 tahun Lirboyo berdiri kokoh. Satu abad Madrasah Hidayatul Mubtadi...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.