Beberapa waktu terakhir, dunia maya kembali diramaikan oleh perbincangan soal tayangan Trans7 dalam acara expose unsencored yang dianggap memuat framing negatif terhadap pesantren. Cuplikan video yang beredar menampilkan narasi seolah pesantren identik dengan feodalisme, kiai yang otoriter, atau praktik-praktik yang dianggap tidak manusiawi. Dari potongan singkat itu lahirlah hujan komentar, sebagian bernada kritik, sebagian lagi hujatan dibumbui fitnah. Sontak protes dan beragam kecaman muncul dari para kalangan santri. Rupa-rupanya persoalan itu tak berhenti pada sikap ketidaksetujuan dari para santri. Tapi banyak kemudian konten kreator mendukung isu yang diangkat oleh trans7 tersebut. Dengan berpayung pada kata "kritik", mereka turut melontarkan kalimat demi kalimat untuk berusaha menyatakan ketidaksetujuan terhadap fenomena di pondok pesantren. Lantas apakah yang disampaikan oleh trans7 dan para konten kreator itu layak disebut sebagai kritik? Atau hanya narasi sepihak...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.