Kemarin saudara saya baru saja menceritakan padaku tentang anak sulungnya yang baru saja dipromosikan menjadi staf tinggi di tempat kerjanya. Dengan sumringah, beliau berkata bahwa anaknya sudah menemukan apa yang ingin dilakukannya sampai tua nanti. Di lain hari seorang teman juga bercerita tentang naskah bukunya yang baru saja naik cetak. Tentu saja, aku turut berbahagia mendengar kabar dari mereka berdua. Tapi rasanya aku begitu kecil jika harus membandingkan diri dengan mereka. Seperti rintik hidup aku hanya bisa berjalan menunduk tanpa ada mimpi yang ku bawa dalam diri. "Apa yang bisa aku kerjakan?!", Bernyanyi? Ah rasanya suaraku cukup fals dan sumbang parah. Menulis? Ah, aku kurang begitu ahli untuk itu. Berbicara dgn orang banyak kah? Rasa-rasanya tidak itu bukan keahlianku sama sekali. Lalu apa yang aku mau. Tak punya banyak keahlian seperti ini rasanya menyedihkan sekali. Ketika semua orang sudah tau apa yang harus mereka kerjakan setelah lulus, aku masih saja menca...
Blog ini cuma berisi renungan-renungan ngawur yang muncul pas lagi bengong di kamar mandi, opini liar yang nyelonong tanpa permisi, atau puisi asal-asalan yang tercipta gara-gara kehabisan kopi.