Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

BE YOUR SELF

Kemarin saudara saya baru saja menceritakan padaku tentang anak sulungnya yang baru saja dipromosikan menjadi staf tinggi di tempat kerjanya. Dengan sumringah, beliau berkata bahwa anaknya sudah menemukan apa yang ingin dilakukannya sampai tua nanti. Di lain hari seorang teman juga bercerita tentang naskah bukunya yang baru saja naik cetak. Tentu saja, aku turut berbahagia mendengar kabar dari mereka berdua. Tapi rasanya aku begitu kecil jika harus membandingkan diri dengan mereka. Seperti rintik hidup aku hanya bisa berjalan menunduk tanpa ada mimpi yang ku bawa dalam diri. "Apa yang bisa aku kerjakan?!", Bernyanyi? Ah rasanya suaraku cukup fals dan sumbang parah. Menulis? Ah, aku kurang begitu ahli untuk itu. Berbicara dgn orang banyak kah? Rasa-rasanya tidak itu bukan keahlianku sama sekali. Lalu apa yang aku mau. Tak punya banyak keahlian seperti ini rasanya menyedihkan sekali. Ketika semua orang sudah tau apa yang harus mereka kerjakan setelah lulus, aku masih saja menca...

NGAJI TASAWUF CINTA

Seseorang mudah sekali mengaku-ngaku cinta pada Allah. Sudah semestinya, masing-masing yang mengaku sebagai Muhibbin (para pecinta] bercermin pada diri sendiri atas kemurnian cinta yang diakuinya.  Sebab, iblis terlalu pintar dalam memainkan strategi politiknya. Seringkali, Iblis menipu manusia untuk mengaku cinta pada Tuhan, padahal ia hanya mengikuti hawa nafsu. Melalui Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali pernah menuliskan, jika seseorang benar-benar cinta pada Allah, maka ia harus mewujudkan tanda-tanda cintanya. Di antara tanda-tanda cinta yang dimaksud, menurut Al-Ghazali, dengan melaksanakan taat dan meninggalkan nafsu. Semakin kuat dorongan cinta dalam hati seseorang, semakin kuat pula dorongan untuk melaksakan ketaatan serta menjauhi ajakan hawa nafsu. Wallahu A'lam

NDEREK DHAWUH

Nderek dawuh atau di masyarakat jawa diistilahkan "sendiko dawuh" adalah suatu perwujudan dari bentuk ketaatan. Taat terhadap dawuh dan sikap dari orang yang dihormati. Terutama masyaikh, guru atau ulama'. Namun harus disertai dengan rasa ikhlas dan harapan mendapatkan keberkahan. Pada satu kesempatan kelas guru saya pernah mengatakan, dawuh guru itu bukan ranah untuk dipertanyakan, dimusyawarohkan, atau disangsikan. Lantas? Dawuh guru harus diikuti, digugu, ditaati. Dawuh guru harga mati. Kemudian sebagian kawan berkata, "trus bagaimana dengan guru2 yang berbuat semena-mena, ngawur, dan bahkan tidak layak dijadikan panutan." Bisa ambil contoh beberapa kasus kekerasan dan asusila yang belakangan terjadi antara beberapa oknum guru dan murid. Tidak asing di telinga kita, bahwa guru itu artinya digugu dan ditiru. Oleh karena itu jika ada oknum2 yang mengatasnamakan guru tapi melakukan tindakan-tindakan buruk/negatif sebagaimana yang dicontohkan teman sa...

TENTANG KAMI, NUSANTARA LIRBOYO 2020 (Wisudawan Mahad Aly Lirboyo Tahun 2020)

Falsafah Nusantara Nama ini bermula dari pemahaman kita. Tentang segala keterkaitan antara kehidupan pesantren, budaya, dan sosial masyarakat Indonesia. Keteguhan dalam mengikuti tradisi salafussolih melalui pembacaan dan kajian literatur klasik (kitab kuning) menjadi satu pondasi utama. Menjaga nilai-nilai moralitas dan keberadaban menjadi satu cita-cita. Dan Lirboyo adalah satu dari sekian contoh Pesantren yang aktif berperan dalam mewujudkan ini semua. Latar belakang sosio-kuktur lirboyo tak lepas dari segala keragamannya. Santri dari penjuru Sabang-merauke bertemu dan melebur menjadi satu ikatan keluarga. Segala perbedaan adat, suku, dan bahasa melebur dalam satu atap yang sama. Bhineka tunggal ika tidak sekedar menjadi semboyan semata. Justru ia telah terpatri dalam keseharian mereka. Inilah nusantara, saat segala perbedaan itu bertemu untuk mencapai satu tujuan yang sama. Berbeda-beda namun tetap satu jua. Bersama teman-teman santri kita belajar arti menghargai dan toleransi. Seb...