Kemarin saudara saya baru saja menceritakan padaku tentang anak sulungnya yang baru saja dipromosikan menjadi staf tinggi di tempat kerjanya. Dengan sumringah, beliau berkata bahwa anaknya sudah menemukan apa yang ingin dilakukannya sampai tua nanti.
Di lain hari seorang teman juga bercerita tentang naskah bukunya yang baru saja naik cetak. Tentu saja, aku turut berbahagia mendengar kabar dari mereka berdua.
Tapi rasanya aku begitu kecil jika harus membandingkan diri dengan mereka. Seperti rintik hidup aku hanya bisa berjalan menunduk tanpa ada mimpi yang ku bawa dalam diri.
"Apa yang bisa aku kerjakan?!", Bernyanyi? Ah rasanya suaraku cukup fals dan sumbang parah. Menulis? Ah, aku kurang begitu ahli untuk itu. Berbicara dgn orang banyak kah? Rasa-rasanya tidak itu bukan keahlianku sama sekali.
Lalu apa yang aku mau. Tak punya banyak keahlian seperti ini rasanya menyedihkan sekali. Ketika semua orang sudah tau apa yang harus mereka kerjakan setelah lulus, aku masih saja mencari apa kelebihan dan passion ku.
Aku ingin seperti teman-temanku. Mereka tau apa kelebihan diri dan hal2 yang harus mereka capai setelah ini. sedangkan aku, aku hanya bisa memperhatikan satu persatu mimpi dari orang2 terdekatku. Tanpa mimpi yang ingin aku kejar, tanpa kelebihan diri yang bisa aku banggakan. Lagi-lagi, aku hanya bisa berjalan dengan kepala menunduk karena tujuan yang bahkan tak pernah aku miliki.
Dulu, guruku pernah bilang, Mungkin aku akan menemukan bakatku setelah dewasa. Namun hari ini, du usia yg tak lagi muda, aku masih belum menemukan bakatku juga. Sampai kapan ya.
Ah, tapi buat apa terlalu memaksakan diri. Sudahlah, nanti juga bakat itu akan datang seraya meminta maaf karena terlalu telat mengetuk pintu. Toh, kalaupun dia tak pernah datang, tak ada juga yang memaksaku untuk menjadi hebat, bukan?
Jadi tak usah pikirkan mimpi dan bakat yang tak semenonjol dengan orang di luar sana. selama masih bisa terbangun di pagi hari dan melakukan aktifitasku seperti biasa, kurasa itu semua sudah lebih dari cukup. Selama bisa menjadi manusia sepenuhnya, aku tidak perlu menjelma menjadi siapa-siapa lagi
Komentar
Posting Komentar