Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

SALAH SANGKA

Pertaruhan ego Selalu bertentangan dengan sesal Beradu dengan prasangka Kehancuran meluruhkan hidup Tersayat luka-lula yang tak terlihat Merobek meluruhkan daya Batin kita sedang menjerit Memohon berhenti Tapi selalu kembali lagi Kita meresapi segala lara. Tapi sebenarnya kita memaksanya masih ada Bahkan kita tak tau cara menyelesaikannya Amarah dan kebencian tak memberi pengaruh Karena semua bermuara pada fikiran yang utuh

PERNIKAHAN DAN SEBUAH PEMBELAJARAN

Menikah pada dasarnya bukan persoalan menuntut hak masing-masing pasangan yang harus dipenuhi oleh pasangannya. Entah istri yang menuntut suami. Atau pun sebaliknya, suami menuntut pada istri untuk ini itu. Tapi lebih dari itu. Banyak hal lain, tentunya. Tentang meredam sisi ego masing-masing, menjaga keharmonisan, saling mengalah satu sama lain. Bekerja sama. Saling membantu dan melengkapi. Saling mempersembahkan kasih sayang, cinta, rasa persahabatan, dan lain sebagainya. Bahwa menikah adalah cerminan dari konsep fastabiqul khoirot. Berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Istri sebisa mungkin membantu suami. Begitupun suami, juga membantu sang istri. Tentu saja, konsep membantu ini tidak melulu soal materi. Banyak hal. Apapun itu, yang pada intinya sesuatu yang memberi nilai kemaslahatan bersama. Maka dalam pada itu, sudah menjadi semacam konsekuensi logis bahwa istri yang baik tidak akan bermalas-malasan dalam mengurus keluarga. Demikian juga, suami yang baik sud...

SEKAPUR SIRIH WISUDA MAHAD ALY LIRBOYO 2020 (teks)

Mendengarkan lantunan sambutan dalam acara wisuda teman-teman mahasantri mahad aly lirboyo beberapa malam lalu. Membawa saya memasuki ruang kenangan masa lalu. Beberapa tahun saat saya dan kawan-kawan satu angkatan dikukuhkan sebagai wisuda pada malam yang penuh haru. Haru, karena akhirnya wisuda kami yang tertunda, bisa terlaksana pada malam itu. Haru bahkan juga sedih saat orang tua kami tak bisa melihat putra-putranya mengenakan seragam gagah khas berwarna biru. Ah, ini bukan tentang nostalgia-nostalgia kembali. Bukan, bukan. Tapi satu hal yang membuat saya kadang tersenyum sendiri. Terekam secara samar, dua hari sebelum pelaksanaan wisuda, salah seorang panitia menghampiri saya. Meminta kepada saya untuk membuatkan teks pidato untuk sambutannya. Tentu saja, saya harus berpikir sedemikian lama. Mengingat bahwa selama ini saya tidak yakin bahwa tulisan-tulisan yang pernah saya buat adalah sesuatu yang indah, keren, bahkan istimewa. Rasa ketidakyakinan yang membuat saya lebih menyukai...

TINGKATAN IKHLAS

Disebutkan dalam kitab nashoihul ibad; فأعلى مراتب الاخلاص تصفية العمل عن ملاحظة الخلق بأن لا يريد بعبادته الا امتثال أمر الله والقيام بحق العبودية دون اقبال الناس عليه بالمحبة والثناء والمال ونحو ذلك Tingkatan ikhlas paling tinggi adalah membersihkan amal perbuatan dari perhatian makhluk (manusia). Bahwa tidak ada yang diinginkan dengan ibadahnya selain mengikuti perintah Allah dan melakukan hak penghambaan. Bukan mencari perhatian manusia berupa kecintaan, pujian, harta dan sebagainya. والمرتبة الثانية أن يعمل لله ليعطيه الحظوظ الأخروية كالبعاد عن النار وادخاله الجنة وتنعيمه بأنواع ملاذها Tingkatan ikhlas yang kedua adalah melakukan amal perbuatan karena Allah agar diberi bagian-bagian akhirat, seperti dijauhkan dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga dan menikmati berbagai macam kelezatannya. والمرتبة الثالثة أن يعمل لله ليعطيه حظا دنيويا كتوسعة الرزق ودفع المؤذيات Tingkatan ikhlas yang ketiga adalah melakukan amal perbuatan karena Allah agar diberi bagian dunia...