Menikah pada dasarnya bukan persoalan menuntut hak masing-masing pasangan yang harus dipenuhi oleh pasangannya. Entah istri yang menuntut suami. Atau pun sebaliknya, suami menuntut pada istri untuk ini itu. Tapi lebih dari itu. Banyak hal lain, tentunya.
Tentang meredam sisi ego masing-masing, menjaga keharmonisan, saling mengalah satu sama lain. Bekerja sama. Saling membantu dan melengkapi. Saling mempersembahkan kasih sayang, cinta, rasa persahabatan, dan lain sebagainya.
Bahwa menikah adalah cerminan dari konsep fastabiqul khoirot. Berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Istri sebisa mungkin membantu suami. Begitupun suami, juga membantu sang istri. Tentu saja, konsep membantu ini tidak melulu soal materi. Banyak hal. Apapun itu, yang pada intinya sesuatu yang memberi nilai kemaslahatan bersama.
Maka dalam pada itu, sudah menjadi semacam konsekuensi logis bahwa istri yang baik tidak akan bermalas-malasan dalam mengurus keluarga. Demikian juga, suami yang baik sudah selayaknya bahwa dia memahami bahwa istri telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintai istrinya.
Komentar
Posting Komentar