Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

TERETTEEEETTT... CIUUUUUNG... DAAAARRR

Dan malam itu tiba lagi. Malam penuh dengan beragam bentuk keadbsurdan dengan perayaan tanpa malu. Lihat saja, orang-orang tumpah ruah ke jalan. Menggenggam terompet seperti senjata suci. Ditiup dengan semangat. Seakan bunyi nyaring itu mampu mengusir segala kegagalan dan dosa setahun penuh. Angkat kepalamu, lihat ke atas. Langit dipenuhi oleh nyala ledakan kembang api. Sedangkan dompet-dompet tipis mereka menjadi korban pertama dari pesta yang tak pernah benar-benar membawa apa-apa. Ah, manusia memang mahir menipu dirinya sendiri. Mereka berdiri di tengah gemuruh malam. Memandang ke langit. Sejenak menyala, lalu kembali gelap. Sama seperti harapan mereka: indah sebentar, hancur selamanya. Mereka menyebut ini perayaan. Tapi siapa yang mereka rayakan? Tahun baru? Waktu? Diri mereka sendiri? Atau bahkan mungkin mereka tak tahu?  Lihatlah pesta pora itu. Petasan berserakan di jalan. Sampah bertebaran seperti dosa yang dibiarkan membusuk. Tapi siapa peduli? Yang penting ada...

KETIKA LISAN MENJADI SOROTAN

Ketika seseorang melakukan satu kesalahan, banyak orang lain menilai buruk secara menyeluruh orang tersebut.   Seperti permasalahan yang sedang ramai akhir-akhir ini. Perihal gus miftah yang dalam satu kajiannya tiba-tiba berkata di hadapan khalayak umum kepada salah seorang penjual es teh dengan kata-kata yang mungkin bisa dibilang terlalu kasar untuk seorang tokoh agama. Fenomena semacam ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh Gus Miftah saja. Dulu sempat ramai kasus gus muwafiq. Meski berbeda kasus tetapi beliau juga pernah sabqullisan (blunder) dalam satu kajiannyya. Menyematkan kata "rembes" untuk mendeskripsikan Nabi Muhammad di masa kecilnya. Atau belakangan ini, sempat viral juga Gus Iqdam yang hampir sama dengan Gus Miftah; marah kepada seorang pedagang asongan yang sedang menawarkan dagangannya dan suaranya dirasa cukup mengganggu beliau saat ceramah.  Fenomena keblunderan semacam ini, pada akhirnya memicu reaksi negatif dari publik karena dinilai tidak ...