Seseorang mudah sekali mengaku-ngaku cinta pada Allah. Sudah semestinya, masing-masing yang mengaku sebagai Muhibbin (para pecinta] bercermin pada diri sendiri atas kemurnian cinta yang diakuinya.
Sebab, iblis terlalu pintar dalam memainkan strategi politiknya.
Seringkali, Iblis menipu manusia untuk mengaku cinta pada Tuhan, padahal ia hanya mengikuti hawa nafsu.
Melalui Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali pernah menuliskan, jika seseorang benar-benar cinta pada Allah, maka ia harus mewujudkan tanda-tanda cintanya.
Di antara tanda-tanda cinta yang dimaksud, menurut Al-Ghazali, dengan melaksanakan taat dan meninggalkan nafsu. Semakin kuat dorongan cinta dalam hati seseorang, semakin kuat pula dorongan untuk melaksakan ketaatan serta menjauhi ajakan hawa nafsu.
Wallahu A'lam
Komentar
Posting Komentar