Falsafah Nusantara
Nama ini bermula dari pemahaman kita. Tentang segala keterkaitan antara kehidupan pesantren, budaya, dan sosial masyarakat Indonesia.
Keteguhan dalam mengikuti tradisi salafussolih melalui pembacaan dan kajian literatur klasik (kitab kuning) menjadi satu pondasi utama. Menjaga nilai-nilai moralitas dan keberadaban menjadi satu cita-cita.
Dan Lirboyo adalah satu dari sekian contoh Pesantren yang aktif berperan dalam mewujudkan ini semua.
Latar belakang sosio-kuktur lirboyo tak lepas dari segala keragamannya. Santri dari penjuru Sabang-merauke bertemu dan melebur menjadi satu ikatan keluarga. Segala perbedaan adat, suku, dan bahasa melebur dalam satu atap yang sama. Bhineka tunggal ika tidak sekedar menjadi semboyan semata. Justru ia telah terpatri dalam keseharian mereka.
Inilah nusantara, saat segala perbedaan itu bertemu untuk mencapai satu tujuan yang sama. Berbeda-beda namun tetap satu jua. Bersama teman-teman santri kita belajar arti menghargai dan toleransi. Sebagai satu tradisi yang sudah selayaknya menjadi jati diri. Dan Nusantara Lirboyo adalah wajah kecil dari kehidupan masyarakat bumi pertiwi.
Membicarakan Nusantara adalah membaca tentang kehidupan dan nilai-nilainya. Keislaman dan kebangsaan menjadi satu tema. Maka, dengan nama Nusantara, kita berharap cita-cita luhur ini bisa tersebar luas di seluruh pelosok negeri. Menjadi satu semangat untuk meneruskan perjuangan para Ulama pendiri bangsa ini. Mewujudkan nilai-nilai Islam Nusantara agar tak sekedar menjadi mimpi.
Sebab nama adalah doa. Maka, melalui nama ini semoga kita mengingat dan tetap mematrikan rasa cinta untuk nusa dan bangsa. Meletakkan semangat persatuan di dada. Berjuang untuk Indonesia terutama dalam pendidikan agama. Bahkan, siap berjuang di garda terdepan untuk memimpin bangsa.
*********
(Tulisan ini saya buat atas desakan yang begitu sangat mendadak dari ketua angkatan. Jadi masih agak belepotan. Gak masalah, yang penting manut perintahe beliau)
Komentar
Posting Komentar