Tubuh mungilmu masih jelas ku lihat
Keterisakan yang kau tutupi di balik senyum kebahagiaan
Tawa semu kau rasakan
Tak akan mampu bertahan lama
Menopang lara
Tertahankan dengan rintih desahan
Sembari bibir tak henti berucap lirih
Bahwa Tuhan tak kan membiarkan hambanya
Berkalung kesengsaraan
Tanpa terselip sekeping makna kebahagiaan.
Di balik selimut menutup raut muka pasi.
Berbelas kasih sepanjang malam.
Melalui kelam tanpa menemui kesunyian.
Rintih memelas penuh harap.
Lakon hidup di bawah tempias hujan kepedihan.
Meski getir nyaman singgah di hidupmu.
Lupakan sejenak untuk beberapa jam saja.
Aku masih melihatmu.BG
Komentar
Posting Komentar