Sebagaimana ungkapan dari para bestari, "Kesempatan itu hanya datang sekali. Jangan sia-siakan kesempatan yang kamu miliki. Sebelum dia hilang begitu saja."
Tampaknya, saya punya jalan persepsi lain dengan untaian kalimat bijak itu. Sebab bagi saya, adakalanya kesempatan bisa datang berkali-kali. Kesempatan yang sama tentunya.
Misalnya tentang rasa sesal. Penyesalan yang muncul setelah kita melakukan tindakan keliru, ceroboh, lalai, dan lain sebagainya. Saya memahami, bahwa penyesalan adalah bagian dari salah satu wujud kesempatan itu sendiri. Kesempatan agar kita bisa melakukan rasa sesal dengan berbagai cara.
Tuhan sangat berbaik hati, bukan? Ketika kita melakukan kesalahan, kelalaian, dosa, Dia masih memberikan kita waktu untuk menyesal. Tidak lain, agar rasa sesal yang memeluk kita menjadikan kita sebagai sosok yang lebih baik dengan tidak lagi melakukan dosa maupun kesalahan lainnya.
Bukankah sikap bodoh adalah saat kita mengulang kembali kekeliruan yang kita sesali. Belajar dari pengalaman, selalu bermuhasabah diri, dan taubat sebenar-benarnya.
Itu sekedar pemahaman saya.
Wallahu a'lam
[*Tulisan ini saya buat pada 21 Januari 2017 dengan gubahan seperlunya]
Komentar
Posting Komentar