Dan pagi masih saja menjadi asing. Rasa-rasanya terlalu sulit untuk aku sekedar berada bersamanya, bahkan mengenal bahkan menyapanya, sekalipun. Duduk bersama sambil menikmati secangkir kopi hangat seraya menghirup setiap hembus nafas menyejukkan dari lembut nuansamu.
Meski acapkali kau terbangai menjadi serak tak berharga. Namun, tetap saja kau dalam dimensi ketermanguan untuk sedia menungguku. Memberi sapaan ataupun belaian. Maaf, kita mungkin untuk beberapa waktu akan menjadi asing dalam panggung peran masing-masing. Usahlah kita tampakkan lagi beragam keingin sua atau luapan-lupan rindu, kelak. Biarkan sisa waktu pada suatu senja yang memberi hangat tersendiri sebagaimana sang pagi yang dia bilang adalah kawan terbaik untuk menyapa dunia.
Dalam hidup, tak sedikit orang yang mengira bahwa semakin banyak harta, semakin tinggi jabatan, atau semakin luas kekuasaan adalah tanda bahwa Allah mencintainya. Padahal, ukuran nikmat dalam pandangan manusia belum tentu sama dengan ukuran nikmat dalam pandangan Allah. Tidak semua yang terlihat banyak itu membawa kebaikan. Tidak semua yang ditahan dari kita berarti kita sedang dirugikan. Sebagian ulama berkata, من تمام النعمة عليك أن يرزقك الله ما يكفيك ويمنعك ما يطغيك. "Termasuk kesempurnaan nikmat atasmu adalah ketika Allah memberimu apa yang mencukupimu, dan menahan darimu apa yang bisa membuatmu melampaui batas." Ini bukan sekadar nasihat biasa, tapi kunci besar dalam memahami makna hidup. Sebab, betapa sering kita meminta sesuatu dengan sangat ngotot, meyakini bahwa jika hal itu tercapai, maka hidup kita akan lebih tenang. Namun ketika yang diminta tidak kunjung datang, kita kecewa, merasa dizalimi oleh takdir, seakan-akan Allah tidak adil dalam membagikan rezeki. Pada...
Komentar
Posting Komentar