Selamat berpisah impian... untuk tak kan bertemu kembali... kapanpun dan dimanapun... maaf jika aku masih merekam kata-kata ini.
Biarkan keping harapan itu menghempas. Berserakan. Dan berhamburan bersama debu jalanan kota pada suatu terik hari esok.
Atau biarkan bagian-bagian memori pahit itu tertimbun dalam. Begitu dalam. Di bawah tanah semangat hidup masa mendatang. Atau bahkan aku harus memiliki harapan bahwa ia harus musnah.
Sungguh... Asaku meredup. Meski temaran memendarkan sinar pada suatu senja, tetap saja hujan masih mampu memadamkannya. Gelap. Tak ada yang mampu memberi sinar untuk memberi terang akan asa-asa itu.
Dan lagi-lagi, masih pada satu nuansa yang sama. Meski waktu telah menanggalkan kenangan hari lalu pada jarum dentangnya, mimpi-mimpi sudah tak mampu tertata kembali.
Lenyap seiring semangat yang terbangai bahwa aku harus beranjak pergi.
Komentar
Posting Komentar