ilustrasi gambar dari Pinterest
Tatapan kabur lenyap
Tertelan pekat ketidaktahuan
Dengki terhalang dinding jantung
Setipis lapisan epidermis
Merapuh
Retak berputar tanpa ruang
Lalu menetap di kepalamu
Nadi menahan denyut
Pagimu lantang terisak
Arus ingkar nampak terjal
Halau berliku
Seperti ngarai tak terjamah
Batang hilir berair keruh
Denyutku bergerak menjauh
Di ujung tanah antah berantah
Isakmu berubah cerca
Meletup bagai bara
Rajukmu hanya berharap sesuatu yang lain
Tak terpajang
Kau tersedak keharusan
Alasan tak bersyarat
Rayumu selalu mengelak
Tercekat diam
Menyesak
Pagi itu
Kau kusut meronta kata
Sementara aku mematung di antara kaku
[Kaguja 1945]
Komentar
Posting Komentar