Terseok langkah lelaki paruh baya. Bertopang sebilah kayu mulai merapuh. Goretan kening menuakan cerita. Sebab tergores fragmen getir masa hidupnya.
Dibuangnya hasrat. Ucap nasehat yang acapkali tercekat. Atau lusuh telinga sebab mendengar serapah dan umpat.
"Sisakan tenagamu untukku, wahai pemuda!" Pinta lelaki paruh baya pada sepasang remaja yang sedari tadi acuh atas sekitar. Suara itu kian parau.
Tidak ada yang diharapkan. Tak ada renjana yang membawanya menuju biduk harapan. Si Paruh Baya sudah terseret sedemikian jauh oleh deru ketidakadilan.
"Lalu, apakah manusia-manusia itu sudah tak berguna?" Lirihnya
Komentar
Posting Komentar