Adam dilahirkan di surga. Mendapat edukasi langsung dari tuhan tentang berbagai hal. "Bertemu" Dengan Sang Maha Kuasa, sudah pasti. Sampai pada akhirnya ia dan kekasihnya diturunkan ke bumi oleh Tuhan. Pada perkembangan waktu berikutnya, Adam membawa ajaran konsep Tuhan dan ketuhanan kepada keturunan yang juga menjadi pengikutnya. Lambat laun, terjadilah berbagai penyimpangan dari ajaran ini. Tak ayal banya kaum-kaum Nabi pasca Adam berbuat kesyrikian dengan berbagai macam dan pola terus menerus dan turun-menurun.
Apakah ajaran murni itu telah terdistorsi secara sengaja oleh manusia. Atau kita istilahkan dengan adanya korupsi sejarah atas ajaran yang dibawa oleh Bapak pertama manusia itu. Perubahan yang kemudian menjadi lebih picik, lebih terkesan kufurisme, yang bisa jadi, dibuat demi suatu kepentingan. Sampai kemudian diutuslah para Nabi dan Rasul untuk meluruskan ajaran dari beragam bentuk penyimpangan yang terjadi?
Ataukah disebabkan karena Kelemahan manusia itu sendiri dalam menerapkan ajaran "murni" Itu?
Tidak menutup kemungkinan komunikasi via lisan ke lisan antar manusia bisa mengalami bias persepsi terhadap deskripsi-deskripsi akan ajaran tuhan atau bahkan persepsi tentang tuhan itu sendiri. Tentunya, berdasarkan beragam narasi yang dibentuk.
Atau mungkin, kelemahan manusia akan terbatasnya daya ingat. Oleh sebab jalur mata rantai yg dilewati begitu banyak, tidak menutup kemungkinan hilangnya akurasi informasi dari sumber pertama.
Wallahu a'lam.
Komentar
Posting Komentar