Ada pedih yang terdengar lirih,
menggema dalam gelap yang panjang.
Bait puisi menemaniku,
saat kesendirian jadi ruang paling sunyi.
Hujan turun di penghujung hari,
membawa beku di sudut hati,
sambil diam-diam berharap
ada waktu yang mengizinkan kita kembali bertemu.
Kadang aku merintih pada hujan,
kadang aku membisik pada kesunyian.
Kaki terasa lumpuh
di persimpangan jalan
menuju ruang yang hanya kau tahu tempatnya
Tapi aku percaya,
ini hanya tentang waktu.
Duka akan mereda,
bahagia akan tumbuh,
luka pun akhirnya memilih pergi.
Mungkin semesta sedang bercanda.
Langkah yang kukira sudah dekat,
nyatanya masih sebatas harap
dan semoga
yang belum sempat kupeluk.
Untuk saat ini,
biarlah kisah sendu ini
kucukupkan saja,
kusimpan diam-diam
Bersama segenggam abu di dalam saku.
Komentar
Posting Komentar