Sudah masyhur di kalangan kita, bahwa suatu waktu Siti Hajar pernah berlari mondar-mandir antara bukit Shafa dan Marwah. Ia mencari air untuk putranya yang masih kecil, Ismail, yang menangis kehausan. Namun, di kedua bukit itu, air tak ia temukan. Sampai akhirnya, secara tiba-tiba, air memancar dari dekat kaki kecil Ismail. Air ini yang kemudian dikenal sebagai mata air Zamzam.
Kisah ini bukan hanya menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah haji, yakni sa’i, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan kita. Bahwa jalan keluar bisa datang secara tak terduga. Ia bisa muncul kapan saja, di mana saja, bahkan tidak selalu sebanding dengan usaha yang kita lakukan.
Namun, satu hal yang perlu kita yakini, bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, akan melahirkan hasil. Sejauh mana langkah kita hari ini, sejatinya adalah cermin dari keberhasilan kita di masa depan. Oleh karena itu, fokuslah pada proses. Hasilnya? Biarkan waktu yang membuktikan.
Tak ada satu pun orang hebat di dunia ini yang berhasil tanpa perjuangan dan jerih payah. Di situlah letak pentingnya doa, ikhtiar, dan tawakal.
Sebagaimana ungkapan Arab:
الأَجْرُ بِقَدْرِ التَّعَبِ
“Ganjaran itu sebanding dengan lelahnya perjuangan.”
Wallahu a'lam
Komentar
Posting Komentar